dilla

dilla

Sunday, March 11, 2012

melepas namun tak mengakhiri

entah aku harus menangis atau tersenyum. aku begitu ingin lepas dari situasi ini. bukan karena rasa itu telah hilang, melainkan aku terlalu lelah. terakhir di pertemuan itu, ada yang berbeda, dia memeluk ku begitu hangat, lebih dari biasanya. aku sangat merasa nyaman dan aman, namun hati ku berdebar.. ada suara kecil dari dalam yang seolah berteriak bahwa itu adalah salam perpisahan. rasanya tak ingin ku melepaskan pelukannya, namun hati ku berkata mungkin inilah saatnya. sampai detik ku merenggangkan tubuhku, aku sekilas menatap matanya dan aku melihat kekosongan disana. entah itu nyata atau hanya pikiran ku saja. dan untuk terakhir pula dia mengarahkan kepala ku untuk bersandar di bahunya seolah dia tahu begitu banyak beban yang ingin ku lepaskan dan berbagi dengannya. semua itu membuat ku sangat amat ringan dan tenang. sejujurnya aku inginkan dia seutuhnya untuk mengisi segala kekosongan di dalam hidupku. karena pada kenyataannya hanya dia yang benar-benar bisa membuat ku merasa papa itu ada. aku sungguh butuh dia karena aku mencintainya, tanpa syarat apapun. ya memang aku bukan yang terbaik untuknya. dan mungkin aku tidak punya arti apa-apa, buktinya selama ini dia tidak memperjuangkan untuk tetap bersamaku.hem yasudahlah, apapun bila dipaksakan hasilnya tidak akan baik. pergilah, kejar citamu. biarkan ku juga untuk menggapai citaku. perbaikilah dirimu untuk lebih baik, akupun akan mempantaskan diri untukmu nanti. aku tidak mengingkan apapun dari mu. aku hanya ingin kau memberi seutuhnya hatimu, untukku, bila saatnya tiba. dan doaku tetap sama. semoga selalu ada lirih aminku, menggenapi fattihah mu, kelak :")

No comments:

Post a Comment